Skandal Salah Tuduh “Daftar Epstein”: Anggota Kongres AS Tak Sengaja Ungkap Ro Khanna Nama Warga Sipil Tak Bersalah
WASHINGTON D.C. – Sebuah kekeliruan besar mengguncang panggung politik Amerika Serikat setelah dua anggota Kongres, Ro Khanna (Demokrat) dan Thomas Massie (Republik), mendesak Departemen Kehakiman (DoJ) untuk membuka redaksi nama-nama dalam dokumen terkait Jeffrey Epstein.
Berniat mengungkap “orang kaya dan berkuasa” yang bersembunyi di balik sensor pemerintah, Khanna justru membacakan nama-nama warga sipil yang ternyata tidak memiliki hubungan sama sekali dengan jaringan pedofilia Epstein.
Kronologi Kejadian: Niat Transparansi yang Menjadi “Bumerang”
Awal pekan ini, Ro Khanna membacakan enam nama di lantai House of Representatives yang ia klaim sebagai sosok berkuasa yang disembunyikan DoJ. Namun, investigasi terbaru mengungkapkan bahwa empat dari enam nama tersebut hanyalah warga biasa yang fotonya digunakan oleh kepolisian (SDNY) dalam lineup foto (susunan pengenal wajah) untuk keperluan investigasi bertahun-tahun lalu.
Meskipun dua nama yang disebutkan, yaitu miliarder Leslie Wexner dan mantan CEO DP World Sultan Ahmed bin Sulayem, memang memiliki keterkaitan dalam dokumen tersebut, empat lainnya—termasuk seorang manajer IT dan warga Queens—hanyalah korban salah identifikasi dalam narasi publik.
Intisari Berita (Key Highlights)
-
Kesalahan Identifikasi: Empat pria yang disebutkan Ro Khanna dipastikan oleh DoJ tidak memiliki koneksi dengan Epstein atau Ghislaine Maxwell.
-
Mekanisme Lineup Foto: Nama-nama tersebut muncul karena foto mereka (pernah ditangkap NYPD untuk kasus ringan di masa lalu) digunakan sebagai “pembanding” wajah yang mirip dengan Epstein dan Maxwell dalam proses identifikasi saksi.
-
Dampak Nyata: Salah satu korban, Leonid Leonov, menyatakan kekecewaannya karena namanya terseret dalam skandal internasional tanpa dasar sama sekali.
-
Pengunduran Diri Besar: Di sisi lain, Sultan Ahmed bin Sulayem resmi mengundurkan diri sebagai CEO DP World setelah dokumen menunjukkan keterkaitannya dalam korespondensi email dengan Epstein.
Topik Pembahasan Menarik (Deep Dive)
1. Bahaya “Trial by Press” dan Pengawasan Kongres
Kasus ini menjadi peringatan keras tentang betapa berbahayanya membocorkan informasi dokumen hukum yang belum terverifikasi sepenuhnya. Niat baik untuk transparansi justru merugikan hak privasi warga sipil.
2. Teka-Teki Redaksi DoJ
Ro Khanna menyalahkan DoJ karena dianggap tidak transparan sejak awal. Menurutnya, proses sensor yang membingungkan (kadang ditutup, kadang dibuka) menciptakan ruang spekulasi yang merugikan orang-orang tidak bersalah.
3. Nasib Leslie Wexner & Sultan bin Sulayem
Berbeda dengan warga sipil yang “nyasar”, posisi miliarder Leslie Wexner dan Bin Sulayem tetap menjadi sorotan. Meskipun Wexner mengaku hanya sebagai sumber informasi dan bukan target, tekanan publik tetap tinggi seiring terbukanya ribuan lembar dokumen baru.
Tabel: Perbandingan Nama yang Disebutkan
| Nama Individu | Status Keterkaitan | Keterangan |
| Sultan Ahmed bin Sulayem | Terkonfirmasi | Mundur dari CEO DP World setelah dokumen terungkap. |
| Leslie Wexner | Terkonfirmasi | Miliarder retail; mengaku kooperatif dengan penegak hukum. |
| Salvatore Nuarte | Salah Tuduh | Warga sipil; hanya muncul di lineup foto polisi. |
| Leonid Leonov | Salah Tuduh | Manajer IT; tidak memiliki hubungan derajat manapun dengan Epstein. |









